Melakukankebaikan (kebajikan) berarti menjadi baik kepada sesama, yaitu menjadi bermanfaat bagi sesama atau murah hati (Dhammavuddho, 2008:3) Dalam bahasa Pali, ada beberapa kata yang berarti kebaikan dan kebajikan. Seperti Kusala yang berarti Kebaikan; Punna berarti kebajikan, jasa.; sedangkan Succarita berarti perbuatan kebaikan, bisa negatifbagi penganut agama Protestan, Katolik dan Budha karena kerapkali terjadi fenomena terorisme dan diskriminasi terhadap keberadaan rumah ibadah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Perilaku yang baik meliputi perbuatan pada dirinya sendiri dan orang-orang disekitarnya. Selain itu, religiusitas yang diiringi pemeliharan kondisi rohani AgamaBuddha sebenar nya bukanlah agama, melainkan filsafat. Hal ini dijelaskan oleh Buddha dalam Kitab Suci Aṅguttara Nikāya XI, 16. Ada sebelas manfaatnya, yaitu: Tidur dengan nyenyak. Tidak hanya menghindari perbuatan-perbuatan buruk ini, ia juga melakukan perbuatan-perbuatan baik dengan mengembangkan cinta kasih terhadap Menggunakanhasil tersebut dengan tidak terlalu pelit tetapi juga tidak terlalu boros. Konsep ekonomi dalam agama buddha adalah 1) bekerja keras tanpa membuang-buang waktu mereka yang sangat berharga untuk mendapatkan uang, 2) menabung untuk masa depan untuk menopang keluarga, 3) memenuhi tugas dan kewajiban hati-hati dengan mengeluarkan uang Saddha= memiliki keyakinan. Sila = menjaga ucapan dan perbuatan salah. Hiri = batin yang malu melakukan kejahatan. Ottapa = merasa takut dan ngeri akibat perbuatan jahat. Bahusacca = mendengarkan Dhamma dan memahami kegunaannya. Caga = melepaskan, meninggalkan, dan membagi-bagikan barang-barang kepada orang-orang yang membutuhkan. Perbuatanbaik dalam ajaran Buddha sering kali menjadi pembahasan yang menarik. Namun, juga tidak sedikit yang menjadikan perbuatan baik sesuai dengan Dhamma sebagai bahan perbincangan yang mengarah ke perdebatan yang tak ditemukan titik terangnya. Sering kali ada umat Buddha yang menilai bahwa perbuatan A ini loh yang disebut Dilandasidengan ucapan yang baik seperti halnya membaca paritta suci dan mengulang khotbah-khotbah Sang Buddha. Kita menghormat dengan pikiran yang baik dan terkonsentrasi dengan benar. Hal selanjutnya kita bisa menghormat dengan cara memiliki perbuatan jasmani yang baik. Hal selanjutnya yang bisa kita tunjukkan adalah dengan Dalamagama Buddha terdapat sekelompok kode-kode moral yang melarang membunuh, mencuri, berbohong, memakan makanan yang haram, merusak dan melakukan hubungan di peroleh melalui perbuatan manusia, baik kehidupan dimensi jangka pendek di dunia ini maupun pada kehidupan dimensi jangka panjang akhirat kelak (Jirhanuddin, 2010: 3). 143Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti No Cakupan Materi Analisis 3 Manajemen lingkungan dalam agama Buddha 4 Mengembangkan kesada-ran terhadap lingkungan Ayo Mengomunikasikan 1. Presentasikan hasil analisis kamu dan hasil mengasosiasi. 2. Berikan kesempatan teman-teman untuk bertanya atau menanggapi! Renungan Kisah Dhammapada Sila= menjaga ucapan dan perbuatan salah. Hiri = batin yang malu melakukan kejahatan. Ottapa = merasa takut dan ngeri akibat perbuatan jahat. Bahusacca = mendengarkan Dhamma dan memahami kegunaannya. Caga = melepaskan, meninggalkan, dan membagi-bagikan barang-barang kepada orang-orang yang membutuhkan. . 10 Cara Kebajikan Dalam Buddhis itu disebut DASA PUNNAKIRIYAVATTHU. Berikut adalah Pengertian Dasa Puññakiriyavatthu. Inti dari Ajaran Buddha yang tertuang dalam Dhammapada 183 adalah Janganlah berbuat jahat. Perbanyak perbuatan baik Sucikan hati dan pikiran. Inilah ajaran para Buddha, dari jaman Bumi terbentuk, kiamat, dan terbentuk lagi, selamanya. Sebenarnya apa itu arti Buddha? Lalu apa yang dimaksud perbuatan baik menurut Sang Buddha? Sang Buddha menjelaskan ada 10 Cara melakukan perbuatan baik yang kemudian disebut dengan Dasa Puññakiriyavatthu. Dasa Puññakiriyavatthu terdiri dari empat kata, yaitu dasa, puñña, kiriya dan vatthu. Dasa artinya sepuluh. Puñña artinya jasa, baik, bajik, manfaat, berguna. Kiriya artinya melakukan. Vatthu artinya dasar, hal, cara. Dasa Puññakiriyavatthu artinya Sepuluh cara untuk melakukan perbuatan bajik atau baik. Bagi umat Buddha sangat dianjurkan untuk melaksanakan salah satu atau keseluruhan dari Dasa Puññakiriyavatthu tersebut. 10 Cara Kebajikan Dalam Buddhis itu terdiri dari 1. DANA. Dana berarti beramal/memberi/membantu/menolong makhluk lain tanpa mengharapkan balasan dari mereka yang telah menerima dana kita. Dana dapat diberikan dalam bentuk materi/barang dan non materi. 2. SILA. Sila artinya hidup bersusila, perbuatan, etika, moral. Sila terdiri dari • Pancasila lima latihan kemoralan. Pancasila dilaksanakan oleh umat Buddha dalam kehidupan sehari-hari. • Atthasila delapan latihan kemoralan. Atthasila dilaksanakan oleh umat Buddha biasa yang berlatih menjalankan hidup sederhana. Biasanya atthasila dilaksanakan setiap tanggal 1,8,15,23 setiap bulan pada penanggalan bulan. • Dasasila Majjhima Sila terdiri dari sepuluh latihan kemoralan. Sila ini dilaksanakan oleh samanera atau samaneri calon bhikkhu/ni dalam kehidupan sehari-hari. Samanera hidup sebagai pertapa hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. • Patimokkhasila adalah sila yang dilaksanakan oleh para bhikkhu dan bhikkhuni dalam kehidupan sehari-hari. Bhikkhu melaksanakan sila berjumlah 227 latihan, bhikkhuni melaksanakan sila berjumlah 311 latihan. 3. BHAVANA. Bhavana/meditasi/samadhi artinya mengembangkan pikiran yang baik tertuju pada satu obyek. Bhavana terdiri dari 2 macam, yaitu • Samatha Bhavana meditasi yang bertujuan untuk mencapai ketenangan batin. Obyek meditasi ini berjumlah 40 macam. Hasil dari meditasi ini adalah Abhiñña kekuatan batin. • Vipassana Bhavana meditasi yang bertujuan untuk mencapai pandangan terang. Obyek meditasi ini berjumlah 2 macam yaitu Nama dan Rupa. Hasil meditasi ini adalah kesucian atau Nibbana. 4. APACAYANA. Artinya berendah hati dan hormat menghormat mereka yg lebih tua dan yang pantas diberi hormat. Dengan berendah hati dan hormat kelak akan terlahir dalam keluarga luhur. Sifat sombong adalah lawan dari sifat Apacayana. Merasa dirinya lebih hebat, lebih pintar, lebih tinggi statusnya dari orang lain adlh sifat sombong. 5. VEYYAVACCA. Artinya berbakti serta bersemangat dlm melakukan hal-hal yang patut dilakukan. Berbakti mengakibatkan seseorang memperoleh penghargaan dari masyarakat. 6. PATTIDANA. Artinya suka membagi kebahagiaan terhadap orang lain, tidak kikir dan tidak mementingkan diri sendiri. Pattidana juga berarti melaksanakan perbuatan baik atas nama keluarga kita yg telah meninggal dgn harapan semoga mereka ikut berbahagia melihat kita berbuat kebaikan. Dlm melaksanakan hal ini berakibat terlahir dalam keadaan tidak kekurangan bahkan berlebihan dalam berbagai hal. 7. PATTANUMODANA. Artinya bersimpati terhadap kebahagiaan orang lain, tidak merasa iri hati. Pattanumodana sama dgn Mudita. 8. DHAMMASAVANA. Artinya mempelajari dan sering mendengarkan dhamma khotbah/ceramah Dhamma. Sering mendengarkan Dhamma akan menambah kebijaksanaan. 9. DHAMMADESANA. Artinya menyebarkan atau menerangkan Dhamma. Menyebarkan & mendengarkan Dhamma berbuah dgn bertambahnya kebijaksanaan. 10. DITTHUJUKAMMA. Artinya berpandangan hidup yg benar. Pandangan hidup yg benar lahir dari pikiran yg benar. Pikiran benar adlh pikiran yg telah terbebas dari Lobha, Dosa, Moha. Berpengertian dan berpandangan hidup yg benar berbuah dgn diperkuatnya keyakinan. Itulah 10 Cara Kebajikan Dalam Buddhis, tapi ingat kebajikan dalam Dhamma masih yang terbaik, yaitu ada di nomor 9. Dasa Punnakiriyavatthu, Inilah 10 Cara Perbuatan Kebajikan ala Buddhis – Inti Ajaran Buddha yang tertuang dalam Dhammapada 183 adalah “Janganlah berbuat jahat, perbanyak perbuatan baik, sucikan hati dan pikiran, inilah ajaran para Buddha” Sumber Gambar Bahtera Ilmu – Lalu apa yang dimaksud perbuatan baik menurut Buddha Dharma. Sang Buddha menjelaskan ada 10 cara melakukan perbuatan baik yang kemudian disebut dengan Dasa Punnakiriyavatthu. Dasa Punnakiriyavatthu terdiri dari empat kata, yaitu dasa, punna, kiriya, dan vatthu. Dasa artinya sepuluh, Punna artinya jasa, baik, bajik, manfaat, berguna, Kiriya artinya melakukan, vatthu artinya dasar, hal, cara. Dasa Punnakiriyavatthu artinya sepuluh cara untuk melakukan perbuatan bajik atau baik. Bagi umat Buddha sangat dianjurkan untuk melaksanakan salah satu atau keseluruhan dari dasa punnakiriyavatthu tersebut. Sepuluh cara untuk melakukan perbuatan baik terdiri dari DANA Dana berarti beramal/memberi/membantu/menolong makhluk lain tanpa mengharapkan balasan dari mereka yang telah menerima dana kita. Dana dapat diberikan dalam bentuk materi/barang dan non materi. SILA Sila artinya hidup bersusila, perbuatan, etika, moral. Sila terdiri dari Pancasila lima latihan kemoralan. Pancasila dilaksanakan oleh umat Buddha dalam kehidupan delapan latihan kemoralan. Atthasila dilaksanakan oleh umat Buddha biasa yang berlatih menjalankan hidup sederhana. Biasanya atthasila dilaksanakan setiap tanggal 1,8,15,23 setiap bulan pada penanggalan Majjhima Sila terdiri dari sepuluh latihan kemoralan. Sila ini dilaksanakan oleh samanera atau samaneri calon bhikkhu/ni dalam kehidupan sehari-hari. Samanera hidup sebagai pertapa hidup berpindah-pindah dari satu tempat ketempat yang lain.Patimokkhasila adalah sila yang dilaksanakan oleh para bhikkhu dan bhikkhuni dalam kehidupan sehari-hari. Bhikkhu melaksanakan sila berjumlah 227 latihan, bhikkhuni melaksanakan sila berjumlah 311 latihan. BHAVANA Bhavana/meditasi/samadhi artinya mengembangkan pikiran yang baik tertuju pada satu objek. Bhavana terdiri dari 2 macam, yaitu Samatha bhavana meditasi yang bertujuan untuk mencapai ketenangan batin. Obyek meditasi ini berjumlah 40 macam. Hasil dari meditasi ini adalah Abhinna kekuatan batin.Vipassana bhavana meditasi yang bertujuan untuk mencapai pandangan terang. Objek meditasi ini berjumlah 2 macam yaitu Nama dan Rupa. Hasil meditasi ini adalah kesucian atau Nibbana. APACAYANA Artinya rendah hati dan hormat menghormati mereka yang lebih tua dan yang pantas diberi hormat. Dengan sikap rendah hati dan hormat kelak akan terlahir dalam keluarga luhur. Sifat sombong adalah lawan dari sifat apacayana. Merasa dirinya lebih hebat, lebih pintar, lebih tinggi statusnya dari orang lain adalah sifat sombong. VEYYAVACCA Artinya berbakti serta bersemangat dalam melakukan hal-hal yang patut dilakukan. Berbakti mengakibatkan seseorang memperoleh penghargaan dari masyarakat. Sumber Gambar NALANDA FOUNDATION PATTIDANA Artinya suka membagi kebahagiaan kepada yang lain, tidak kikir dan tidak mementingkan diri sendiri. Pattidana juga berarti melaksanakan perbuatan baik atas nama keluarga kita yang telah meninggal dengan harapan semoga mereka ikut berbahagia melihat kita berbuat kebaikan. Dalam melaksanakan hal ini berakibat terlahir dalam keadaan tidak kekurangan bahkan berlebihan dalam berbagai hal. PATTANUMOTANA Artinya bersimpati terhadap kebahagiaan orang lain, tidak merasa iri hati. Pattanumodana sama dengan Mudita. DHAMMASAVANA Artinya mempelajari dan sering mendengarkan dhamma khotbah/ceramah dhamma. Sering mendengarkan dhamma akan menambah kebijaksanaan. DHAMMADESANA Artinya menyebarkan atau menerangkan dhamma. Menyebarkan dan mendengarkan dhamma berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan. DITTHUJUKAMMA Artinya berpandangan hidup yang benar. Pandangan hidup yang benar lahir dari pikiran yang benar. Pikiran benar adalah pikiran yang telah terbebas dari Lobha, Dosa, Moha. Berpengertian dan berpandangan hidup yang benar berbuah dengan diperkuatnya keyakinan. Jadi mempunyai pikiran yang baik di kala akan meninggal adalah merupakan hal yang penting yang akan menentukan bentuk kehidupan berikutnya menjadi lebh baik. 10 Jalan Perbuatan Baik Dasa Kusala Kamma Patta. Nibbana Janganlah berbuat jahat perbanyak perbuatan baik sucikan hati dan pikiran Inilah ajaran para Buddha Lalu apa yang dimaksud perbuatan baik menurut Sang perbuatan baik dalam agama buddha. Hukum karma dalam agama buddha. Perbuatan asusila Kamesumicchacara 4. Selain itu umat Buddha juga sangat dilarang untuk melakukan 5 bentuk perbuatan jahat karma buruk yang paling berat atau karma celaka. Keimanan kita juga akan teruji keti. Sang Buddha menjelaskan ada 10 Cara melakukan perbuatan baik yang kemudian disebut dengan Dasa Punnakiriyavatthu. Sang Buddha menjelaskan ada 10 Cara melakukan perbuatan baik yang kemudian disebut dengan Dasa Punnakiriyavatthu. Inti dari Ajaran Buddha yang tertuang dalam Dhammapada 183 adalah. Inti dari Ajaran Buddha yang tertuang dalam Dhammapada 183 adalah. Dasa Akusalakamma Patha 10 perbuatan buruk dalam Agama Buddha Kisah Devadatta Dasa Akusalakamma berasal dari kata Dasa artinya sepuluh Akusala artinya tidak baik atau jahat Kamma artinya perbuatan Patha artinya jalan atau cara. Dasa Punnakiriyavatthu terdiri dari empat kata yaitu dasa punna kiriya dan vatthu. Makhluk yang dapat dilahirkan dialam ini telah sempurna menjalankan 10 perbuatan bajik Dasa Kusala Karma dan melakukan pancasila dengan baik bila pahala kebajikannya telah habis dinikmati maka ia juga tumimbal lahir lagi di alam manusia. Punna kiriya artinya jasa atau berbuat kebajikan. Materi pembelajaran agama buddha kelas 2 SD perbuatan baik melalui pikiran. 10 Jalan perbuatan baik Dasa Kusala Kamma adalah landasan Buddha Dhamma. Untuk hal ini praktisi pengikut agama Buddha harus berupaya keras untuk meninggalkan seluruh pikiran yang salah dan dapat merugikan perkataan dan perbuatan. Janganlah berbuat jahat perbanyak perbuatan baik sucikan hati dan pikiran Inilah ajaran para Buddha Lalu apa yang dimaksud perbuatan baik menurut Sang Buddha. Hukum karma agama buddha. Para bhikkhu kehendak adalah yang Kusebut sebagai kamma. Dasa Punnakiriyavatthu Inilah 10 Cara Perbuatan Kebajikan ala Buddhist Pengertian Dasa Punnakiriyavatthu. DALAM kehidupan setiap makhluk tentu menginginkan kebahagiaan tetapi perbuatan untuk mendapat kebahagiaan sebagian besar yang dilakukan setiap makhluk berbedaNamun di dalam ajaran Buddha Gotama mengajarkan kepada umatnya cara berbuat baik dengan tujuan agar kita yang menjalankannya selalu berbahagia dan bahkan bisa terealisasi Nibhana. Dalam kitab suci Tipitaka umat Buddha diajarkan untuk melakukan 10 sepuluh Jenis perbuatan baik Karma Baik dan dilarang untuk melakukan 10 jenis perbuatan buruk Karma Buruk. Praktisi penganut agama Buddha sebaliknya harus berupaya keras untk meningkatkan apa yang baik dan berguna untuk diri mereka sendiri dan orang lain dalam pemikiran mereka perkataan. Alam Dewa dihuni oleh para Dewa dan Dewi yang diliputi oleh kegembiraan usia panjang dan kemakmuran yang berlimpah-limpah. DASA PUNNYAKIRIYAVATTHU Inti Ajaran Buddha Dhammapada syair 183 Sabbapapassa akaranam Kusalasaupasampada Sacittapariyodapanam Etam buddhana sasanam Janganlah berbuat jahat perbanyak perbuatan baik sucikan hati dan pikiran Inilah ajaran para Buddha Buddha menjelaskan ada 10 Cara melakukan perbuatan baik yang disebut dengan Dasa Punnakiriyavatthu. Dasa Akusalakammapatha artinya sepuh cara berbuat jahat terdiri dari. Mengambil barang yang tidak diberikan Adinnadana 3. Agama Islam Para Rasulullah dipertanggungjawabkan memikul tugas membawa akhlak yang mulia-memperbaiki dan mengajar Akhlak terpuji yang perlu diikuti oleh umat Islam adalah akhlak Nabi Muhammad saw. Ini semua adalah akibat dari perbuatan baik yang kita praktikkan dalam kehidupan ini. Mengarahkan Pandangan yang benar Ditthijju kamma Dengan meninggalkan segala perbuatan yang buruk dan jahat serta mengamalkan 10 perbuatan baik ini merupakan dasar bagi kita untuk mempraktekkan ajaran Sang Buddha karena tidak semua orang tahu manfaat dari praktek atau mengamalkan 10 perbuatan baik ini. Dasa Kusala-Kamma atau Dasapunnakiriyavatthu berasal dari kata Dasa Punnakiriya dan Vatthu. Pemberian jasa Pattidana 7. Gemar beramal dan bermurah hati akan berakibat dengan diperolehnya kekayaan dalam kehidupan ini atau kehidupan yang akan datang. Di dalam konsep buddhis Ada 10 perbuatan baik yang apabila dilakukan akan lebih cepat berbuah karma baik. Dalam kehidupan kita sehari hari kita akan sering sekali menemui hal hal baru baik itu dari segi positif maupun negatif. Hidup bersusila mengakibatkan terlahir kembali dalam keluarga luhur yang keadaannya berbahagia. Hukum alam didasarkan pada mereka. Menghormat orang yang patut dihormati Apacayana 5. Menurut hadis riwayat Bukhari Akhlak Rasulullah saw. Setelah berkehendak seseorang bertindak melalui jasmani ucapan atau pikiran Ini berarti semua jenis perbuatan yang baik maupun yang burukjahat yang dilakukan oleh pikiran mano saja atau terwujud dalam perkataan vaci maupun jasmani kaya yang dilakukan setelah didahului dengan adanya kehendak maka disebut dengan kamma. Apalagi jika telah menyadari kebenaran Hukum Kamma yang telah ditunjukkan oleh Sang Buddha Guru Agung junjungan kita sejak 2500 tahun yang silam tentunya kita semua tidak ingin mendapatkan hal-hal yang buruk di masa yang akan datang. Di dalam konsep buddhis Ada 10 perbuatan buruk yang apabila dilakukan akan lebih cepat berbuah karma buruk. 10 sepuluh jenis kamma baik. Omong kosong Samphappalapa 8. Berbicara kasar Pharusavaca 7. Misalnya memikirkan perbuatan baik atau jahat yang telah dilakukan di masa lalu. Melayani orang yang patut dilayani Veyyavacca 6. Dasa artinya sepuluh Punna artinya jasa baik bajik manfaat berguna Kiriya artinya melakukan vatthu artinya dasar hal cara. Karma dalam agama buddha. Nibbana Dasa Kusala Kamma Patta 10 Jalan Perbuatan Baik Oleh Bhikkhu Thitayanno Youtube Berduka Atau Bersuka Dengan Kematian B Uttamo Youtube Hidup Kematian Teratai Pin Di Quotes Pin On Buddhism Walaupun Mengerti Tetapi Tidaklah Mudah Untuk Menerima Saat Perubahan Datang Karena Kemelekatan Terlalu Tebal Walau Bagaimana Teaching Understanding Buddhism Satu Dharma 10 Perbuatan Baik Menurut Pandangan Buddhis Truth Buddha 10 Perbuatan Baik Kusala Kammapatha 10 Perbuatan Baik Perjalanan Melatih Diri Ajaran Buddha Avalokitesvara Bodhisattva Monday, January 02, 2006 10 Perbuatan Baik Kusala Kammapatha Di dalam konsep buddhis, Ada 10 perbuatan baik yang apabila dilakukan akan lebih cepat berbuah karma Berdana Dana2. Bermoral Sila3. Meditasi Bhavana4. Menghormat orang yang patut dihormati Apacayana5. Melayani orang yang patut dilayani Veyyavacca6. Pemberian jasa Pattidana7. Turut bahagia atas kebaikan orang lain Pattanumodana8. Mendengarkan Dhamma Dhamma Savanna9. Membabarkan Dhamma Dhamma Desana10. Mengarahkan pada pandangan benar Ditthijju kamma Terus Berbuat Baik Abhittaretha kalyāṇe, pāpā cittaṁ nivā hi karoto puññaṁ, pāpasmiṁ ramati melakukan perbuatan baik, dan bersihkan batin dari yang lambat dalam melakukan perbuatan baik,batinnya akan bergembira di dalam kejahatan.Dhammapada, IX1 DOWNLOAD AUDIO Berbuat baik itu tentu sangat baik dan sangat bermanfaat bagi siapa pun yang terlibat, baik si pelaku maupun si penerima itu sendiri,. Dengan melakukan perbuatan baik berarti sudah mempraktikkan salah satu ajaran Sang Buddha. Oleh karena itu, teruslah melakukan perbuatan baik. Sang Buddha sangat menganjurkan kepada kita semua begitu pentingnya melakukan perbuatan baik dalam bentuk apapun. Karena sesungguhnya perbuatan baik adalah sumber dari segala kebahagiaan. Dalam ajaran Sang Buddha kita sudah ditunjukkan secara jelas dan sistematis dalam melakukan kebaikan. Banyak macam cara yang diajarkan Sang Buddha untuk melakukan perbuatan baik yang dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya Sang Buddha menjelaskan ada sepuluh macam cara untuk melakukan perbuatan baik yang akan membuahkan kebahagiaan dalam kehidupan kita, yang kemudian biasa disebut dengan dasa puññakiriyavatthu. Dasa puññakiriyavatthu terdiri dari empat kata, yaitu dasa, puñña, kiriya, dan vatthu. Dasa artinya sepuluh, puñña artinya jasa, baik, bajik, manfaat, berguna, kiriya artinya melakukan, dan vatthu artinya dasar, hal, atau cara. Jadi, arti keseluruhan dari dasa puññakiriyavatthu adalah sepuluh landasan untuk berbuat kebajikan atau jasa kebajikan. Ajaran ini sangat dianjurkan bagi umat Buddha untuk mempraktikkan keseluruhan dari dasa puññakiriyavatthu tersebut. Sepuluh landasan untuk berbuat kebajikan tersebut adalah sebagai berikut1. D?na beramal, memberi, membantu atau menolong makhluk lain tanpa mengharapkan balasan dari mereka yang telah menerima dana kita. Dalam A?guttara Nik?ya Sang Buddha mengatakan bahwa orang yang telah berbuat baik akan mengalami kelahiran kembali di alam bahagia, seperti di antara para bangsawan, para brahmana, para perumah tangga yang makmur, bahkan di alam surga Tusita, atau di alam Yama. Seorang pelaku kebajikan tentu akan membawa pengaruh terjadinya perubahan yang lebih baik di berbagai S?la moralitas. Adalah pengendali-an ucapan dan tingkah laku. Kemoralan yang paling dasar adalah dengan menghindari pembunuhan makhluk hidup, pencurian, selingkuh, berbohong, dan mabuk-mabukan. Dalam D?gha Nik?ya, Mah?parinibb?na Sutta 16, Sang Buddha menyebutkan ada lima manfaat yang diperoleh bagi siapa saja yang melaksanakan s?la yaitu a. Kemudahan mendapatkan harta kekayaan yang melimpah melalui usaha yang giat s?lena bhoga sampad?.b. Reputasi/nama baiknya tersebar luas, termashyur namanya di dunia hingga alam Tiada rasa canggung penuh percaya diri jika bertemu atau bergaul dengan para bijaksana. Kemana pun ia pergi banyak orang menghormatid. Meninggal dengan pikiran tenang, dan secara otomatis karena moralnya baik ia terlahir di alam yang lebih baik atau surga s?lena sugati? yanti.e. Dengan moralitas itu pula ia mampu mencapai padamnya kilesa, lenyapnya keserakahan, kebencian, dan kegelapan batin, sehingga kesempurnaan Nibb?na dapat terealisasi di sini dan kini s?lena nibbuti? yanti.3. Bh?van? pengembangan batin atau Apac?yana menghormati mereka yang lebih tinggi dari kita, dari segi usia, moralitas, integritas, kebijaksanaan, dan Veyy?vacca melayani, menolong, membantu melakukan perbuatan baik yang bermanfaat bagi orang Pattid?na membagi jasa baik atau kebajikan dengan makhluk lain, khususnya kepada makhluk-makhluk di alam menderita yang memiliki hubungan kamma dengan Patt?numodan? bergembira atas kebajikan yang telah dilakukan orang Dhammassavan? mendengarkan Dhamma. Mendengarkan Dhamma adalah perbuatan baik. Karena itu, pada saat mendengarkan Dhamma-desan?, hendaknya dilakukan dengan benar dan sungguh-sungguh agar mendapatkan membabarkan Dhamma yang merupakan ajaran dari Sang i??hijjukamma meluruskan pandangan hidup. Hal ini adalah kebenaran dengan cara pandang kita, yang semula tidak mengakui adanya akibat dari perbuatan baik dan buruk, kemudian menjadi sadar tentang akibat perbuatan baik dan buruk, dan sebagainya. Inilah sepuluh macam atau cara baik yang apabila dipraktikkan dalam kehidupan akan membawa banyak manfaat. Sungguh amat luar biasa manfaatnya kalau kita mempraktikkan semua perbuatan baik tersebut. Hendaknya mulai sekarang marilah kita munculkan semangat hidup yang baru, karena begitu beruntungnya kita masih memiliki kesempatan untuk melakukan kebajikan dengan melaksanakan ajaran Sang Buddha. Mari kita gunakan kehidupan yang sangat singkat sebagai manusia ini untuk menambah kebajikan setiap saat, karena waktu akan terus berlalu tanpa kita sadari dan waktu yang baik adalah apabila kita bisa menggunakan waktu tersebut untuk melakukan perbuatan yang bermanfaat bagi kita maupun makhluk lain. Semoga kita maju di dalam Dhamma dan terus bersemangat mempraktikkan Kitab Suci Dhammapada, Yayasan Bahusutta Petikan A?guttara Nik?ya, Vih?ra Bodhiva?sa, Klaten, 2003. - Kitab Suci D?gha Nik?ya Mah?parinibb?na Sutta. DASA PUNNYAKIRIYAVATTHU Inti Ajaran Buddha Dhammapada syair 183 Sabbapapassa akaranam Kusalasaupasampada Sacittapariyodapanam Etam buddhana sasanam Janganlah berbuat jahat, perbanyak perbuatan baik, sucikan hati dan pikiran Inilah ajaran para Buddha Buddha menjelaskan ada 10 Cara melakukan perbuatan baik yang disebut dengan Dasa Punnakiriyavatthu. Dasa Punnakiriyavatthu, terdiri dari Dasa artinya sepuluh, Punna artinya jasa, baik, bajik, manfaat, berguna, Kiriya artinya melakukan, dan vatthu artinya dasar, hal, cara. Dasa Punnakiriyavatthu artinya sepuluh cara untuk melakukan perbuatan bajik atau baik. Umat Buddha sangat dianjurkan untuk melaksanakannya Sepuluh perbuatan baik tersebut adalah 1. DANA Dana artinya beramal, memberi, menolong orang lain, membantu. Dana terdiri dari 4 macam, yaitu Amisadana artinya berdana dalam bentuk materi atau barang. Contoh pakaian, makanan, minuman, beras, uang, obaat-obatan, pakaian, dll. Dhammadana artinya berdana dalam bentuk memberikan ceramah dhamma atau nasehat yang berguna bagi orang lain. Dhammadana merupakan dana yang paling tinggi nilainya dibanding dana yang lainnya. Berkaitan dengan hal ini Sang Buddha bersabda “ Sabbadanang Dhammadanang Jinati artinya Dari semua dana, dana dhamma adalah yang tertinggi”. Atidana adalah berdana dalam bentuk atau mengorbankan kepentingan diri sendiri demi kepentingan orang lain. Mahatidana adalah berdana dalam bentuk pengorbanan diri atau kehidupannya untuk mencapai cita-cita yang luhur. Contoh Bodhisatva Siddharta menyempurnakan dana paramita sebagai landasan untuk mencapai ke-Buddha-an. 2. SILA Sila artinya hidup bersusila, perbuatan, etika, moral. Sila adalah etika atau moral yang dilakukan melalui ucapan, perbuatan dan pikiran benar. Sila dapat pula diartikan sebagai perbuatan yang tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Sila terdiri dari Pancasila terdiri dari 5 latihan yang dilaksanakan oleh umat Buddha dalam kehidupan sehari-hari. Atthasila terdiri dari 8 latihan yang dilaksanakan oleh upasaka-upasika pada hari uposatha yaitu tanggal 1,8,15,23 penanggalan lunar. Dasasila atau Majjhima sila terdiri dari 10 latihan yang dilaksanakan oleh samanera dan samaneri. Samanera adalah calon bhikkhu laki-laki, Samaneri adalah calon bhikkhu perempuan. Samanera dan samaneri hidup sebagai seorang pertapa. Patimokkha sila adalah sila yang tertinggi dilaksanakan oleh bhikkhu sebanyak 227 latihan dan bhikkhuni sebanyak 311 latihan. 3. BHAVANA Bhavana/meditasi/samadhi yaitu mengembangkan pikiran yang baik yang tertuju pada satu obyek. Bhavana terdiri dari 2 macam Samatha bhavana adalah meditasi yang bertujuan untuk mencapai ketenangan batin. Obyek meditasi ini berjumlah 40 macam. Hasil dari meditasi ini adalah Abhinna kekuatan batin. Vipassana bhavana adalah meditasi yang bertujuan untuk mencapai pandangan terang. Obyek meditasi ini berjumlah yaitu Nama dan Rupa. Hasil meditasi ini adalah kesucian atau Nibbana. 4. APACAYANA Apacayana adalah menghormati orang yang patut dihormati. Mempraktikkan apacayana sama dengan rendah hati. Dengan berendah hati maka kelak akan terlahir dalam keluarga yang luhur. Sifat sombong adalah lawan dari sifat apacayana. Merasa dirinya lebih hebat, lebih pintar, lebih tinggi statusnya dari orang lain adalah sifat sombong. 5. VEYYAVACCA Veyyavacca adalah berbakti dan bersemangat dalam hal-hal yang patut/layak untuk dilaksanakan dan hasil dari melakukan hal ini adalah memperoleh penghargaan dari orang lain dan masyarakat. 6. PATTIDANA Artinya suka membagi kebahagiaan terhadap orang lain, tidak kikir dan tidak mementingkan diri sendiri. Pattidana juga berarti melaksanakan perbuatan baik atas nama keluarga kita yang telah meninggal dengan harapan semoga mereka ikut berbahagia melihat kita berbuat kebaikan. Dalam melaksanakan hal ini berakibat terlahir dalam keadaan tidak kekurangan bahkan berlebihan dalam berbagai hal. 7. PATTANUMODANA Pattanumodana atau Mudita adalah bersimpati terhadap kebahagiaan orang lain. Akibat melaksanakan hal ini kelak terlahir dalam lingkungan yang menggembirakan. 8. DHAMMASAVANA Dhammasavana adalah mempelajari dan sering mendengarkan khotbah dhamma. Akibatnya bertambahnya kebijaksanaan. Terdapat 5 macam berkah mendengarkan dan mempelajari dhamma Dapat mendengar dhamma yang belum pernah didengar Dhamma yang belum jelas dan belum mengerti akan menjadi lebih jelas. Menghilangkan keragu-raguan akan kebenaran dhamma Akan memiliki pandangan yang terang/benar Batin menjadi bersih dan selalu memikirkan hal-hal yang positif. 9. DHAMMADESANA Dhammadesana adalah menyebarkan atau menerangkan dhamma. Menyebarkan dan mendengarkan dhamma berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan. 10. DITTHUJUKAMMA Ditthujukamma adalah meluruskan pandangan salah menjadi pandangan benar artinya berpandangan hidup yang benar. Pandangan hidup yang benar lahir dari pikiran yang benar. Pikiran benar adalah pikiran yang telah terbebas dari Lobha, Dosa, Moha dan irsia. Berpengertian dan berpandangan hidup yang benar berbuah dengan diperkuatnya keyakinan. Dharma Ajaran Sang Buddha benar-benar memberikan manfaat yang nyata, seperti yang akan kita uraikan ini, 10 Perbuatan Baik menurut Pandangan Buddhis ataupun menurut Ajaran Sang Buddha diuraikan sebagai berikut 1. Berdana Dana 2. Bermoral atau Budi peperti yang baik Sila 3. Meditasi Bhavana 4. Menghormati orang yang patut di hormati Apacayana 5. Melayani orang yang patut dilayani Veyyavacca 6. Pemberian jasa Pattidana 7. Turut berbahagia bersuka cita atas kebaikan orang lain Pattanumodana 8. Mendengarkan Dhamma Dhamma Savanna 9. Membabarkan Dhamma Dhamma Desana 10. Mengarahkan Pandangan yang benar Ditthijju kamma Dengan meninggalkan segala perbuatan yang buruk dan jahat, serta mengamalkan 10 perbuatan baik ini, merupakan dasar bagi kita untuk mempraktekkan ajaran Sang Buddha, karena tidak semua orang tahu manfaat dari praktek atau mengamalkan 10 perbuatan baik ini. Praktek dari 10 Perbuatan baik ini akan menyebabkan tertanamnya benih-benih karma baik bagi orang yang mempraktekannya dengan sungguh-sungguh, dan karma baik ini akan berbuah pada masa yang akan datang, bisa dalam kehidupan ini ataupun pada kelahiran yang akan datang. Ilustrasi Buddhis Media3 Macam Perbuatan Baik Succarita dalam Agama BuddhaBuddhis Media. Pada kesempatan kali ini Buddhis Media akan berbagi lanjutan artikel sebelumnya. Agama Buddha mengenal adanya perbuatan baik kusala kamma dan perbuatan buruk akusala kamma. Sebuah ajaran yang sangat masuk akal dan masuk nalar pula. Sang Buddha pernah bersabda bawasannya barang siapa menanam demikianlah pula akan memetic hasilnya. Perbuatan Baik succarita Tiga macam perbuatan baik succarita terdiri dari 3 macam yaitu perbuatan baik melalui badan jasmani kaya succarita, perbuatan baik melalui ucapan vaci succarita dan perbuatan baik melalui pikiran mano succarita. Tiga Macam Kaya Succarita Perbuatan baik melalui badan jasmani meliputi melatih diri menghindari pembunuhan makhluk hidup, melatih diri menghindari pengambilan barang yang tidak diberikan, dan melatih diri menghindari perbuatan asusila. Empat Macam Vaci Succarita Perbuatan baik melalui ucapan meliputi melatih diri menghindari ucapan bohong, melatih diri menghindari memfitnah, melatih diri menghindari kata-kata kasar, melatih diri menghindari omong kosong. Tiga Macam Mano Succarita Perbuatan baik melalui ucapan melipti tidak serakah, tidak memiliki kemauan jahat, dan melatih pandangan benar sesuai Dhamma. Dhamma yang singkat ini semoga dapat memberikan manfaat bagi para pembaca dan kepada semua makhluk hidup. Sadhu, Sadhu, SadhuIKUTI BERITA & ARTIKEL BUDDHIS LAINNYA DI GOOGLE NEWS